Rabu, Mei 05, 2010

Kajian Unsur Psikologi Novel “Olenka” Karya Budi Darma dan Rencana Pembelajarannya di SMA

Kajian Unsur Psikologi Novel “Olenka” Karya Budi Darma dan Rencana Pembelajarannya di SMA

BAB I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sastra merupakan hasil cipta atau karya manusia yang dapat dituangkan melalui ekspresi yang berupa tulisan yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Selain itu sastra juga merupakan hasil karya seseorang yang diekspresikan melalaui tulisan yang indah, sehingga karya yang dinikmati mempunyai nilai estetis dan dapat menarik para pembaca untuk menikmatinya.
Karya-karya yang indah ini dalam sastra berupa cerpen, puisi, novel dan drama. Dalam kajian ini penulis akan membedah sebuah novel. Seperti yang diungkapkan “The American College Dictonary (dalam Tarigan, 1984:164) bahwa nevel adalah suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang yang tertentu yang melukiskan para tokoh, gerak serta adegan kehidupan nyata yang representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang agak kacau atau kusut. Karya novel biasanya mengangkat berbagai fenomena yang terjadi dimasyarakat. Karya-karya yang menarik itu dapat mempengaruhi jiwa para pembaca sehingga dapat menyelami dan seolah-olah hadir dalam cerita tersebut.
Kedudukan sastra didalam kurikulum sekolah memang tidak berdiri secara otonom. Pengajaran sastra merupakan bagian dari mata pelajaran bahasa Indonesia (Mulyasa, 2004:89). Dengan demikian, kedudukan novel dalam bahan pembelajaran sastra agar siswa dapat mengikuti dan memiliki rasa peka terhadap materi yang disajikan yakni novel. Oleh karena itu, guru harus mempunyai pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam tentang proses pembelajaran sastra agar siswa dapat mengikuti dan memiliki rasa peka terhadap materi yang disajikan yakni novel. Oleh karena itu, guru harus mempunyai pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam tentang proses pembelajaran sastra. Sebetulnya banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru, agar proses pembelajaran sastra berhasil dengan baik. Misalnya, dengan menggunakan beberapa ilmu bantu dalam mengkaji sastra di Ilmu itu salah satunya psikologi yang menurut Wirawan (2000:5) psikologi disamping merupakan ilmu, juga merupakan “seni” karena dalam pengalamannya dalam berbagai segi kehidupan manusia, diperlukan keterampilan dan kreativitas yang tersendiri.
Penulis menganbil novel “Olenka” karya Budi Darma, karena penulis tertarik terhadap karakteristik tokoh dan isi cerita yang terdapat didalamnya. Budi Darma menyajikan kepada pembaca sebuah dunia kejiwaan manusia yang kelam. Didalam novel “Olenka” kita bertemu dengan tokoh-tokoh yang berkecamuk dengan pikiran dan pandangan-pandangan hidupnya sendiri, tidak banyak tindakan-tindakan jasmani disini, tetapi justru reaksi-reaksi kejiwaan yang lebih mewarnai kehidupan novel ini.
Dengan menggunakan kajian secara psikologi, kita berusaha memahami aspek kejiwaan serta sifat dan sikap para tokohnya dalam menjalani kehidupan yang terdapat dalam suatu cerita.

Kajian Yang Relevan
Menurut Saripin, penelitiannya mempunyai tujuan, yaitu mendapatkan gambaran unsur psikologis manusia (tokoh) dalam kumpulan cerpen Hujan Menulis Ayam karya Sutardji Calzoom Bachri dengan kriteria pemilihan bahan ajar.
Tuti Alawiyah mengemukakan tentang pendekatan psikologis muncul dalam telaah atau penelitian sastra didorong oleh cara berpikir yang menyatakan bahwa banyak hal dalam kehidupan umat manusia dapat dikaji dengan teori-teori psikologis. Pendekatan ini juga muncul karena ada asumsi bahwa ada kaitan antara proses penciptaan karya sastra dengan kejiwaan pengarang atau penulisnya.
Selanjutnya menurut Adi, pendekatan psikologis itu selalu berhubungan dengan sikap, sifat dan tingkah laku manusia, serta berkaitan dengan aspek perwatakan dalam suatu cerita sebagai gambaran kreatif tokoh-tokoh yang hadir di depan pembaca seperti sesungguhnya.

Fokus Penelitian
Fokus penelitian adalah penentuan keleluasaan (scope) permasalahan dan batas penelitian (Margono, 2003: 40). Fokus penelitian dilakukan agar penelitian tidak keluar dari rencana yang ditetapkan sebelumnya sehingga penelitian akan terfokus pada masalah pokok yang telah ditentukan.
Fokus penelitian ini adalah kajian tentang unsur psikologis tokoh dalam novel “Olenka” karya Budi Darma.

Pertanyaan Penelitian
Setelah adanya fokus penelitian terhadap masalah-masalah penelitian, maka perlu dibuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan variabel-variabel judul penelitian. Pertanyaan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimanakah karakter atau perwatakan tokoh-tokoh dalam novel “Olenka” karya Budi Darma dikaji dengan pendekatan psikologis?
2. Apakah rencana pembelajaran apresiasi sastra di SMA dapat disusun dengan menggunakan novel “Olenka” karya Budi Darma sebagai bahan pembelajaran?

Tujuan Penelitian
Melalui penelitian ini, tujuan yang hendak dicapai adalah:
1. Untuk memperoleh deskripsi karakter atau perwatakan tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel “Olenka” karya Budi Darma
2. Menyusun rencana pembelajaran apresiasi di SMA dengan menggunakan novel “Olenka” karya Budi Darma

BAB II. LANDASAN TEORI
1. Pengertian Apresiasi Sastra
Menurut Effendi (Suroto, 1989: 158), apresiasi adalah upaya atau proses menikmati, memahami dan menghargai suatu karya sastra secara kritis, sehingga menumbuhkan pengertianm penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.
Tarigan (1984: 233) mengatakan bahwa apresiasi sastra adalah penafsiran kualitas karya sastra pemberian nilai yang wajar kepadanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang jelas, sadar serta kritis.
Selanjutnya Rusyana (1984: 322) bahwa apresiasi sastra adalah sebagai pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai sastra, dan kegairahan kepadanya, serta kenikmatan yang timbul sebagai berikut dari semuai itu.

2. Pengertian Novel
Dalam The American College Dictionary (Tarigan, 1984: 164) bahwa novel adalah suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang yang tertentu, yang melukiskan para tokoh, gerak serta dengan adegan nyata representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang kacau atau kusut.
Pengertian novel dalam pandangan H.B. Jassin (1977: 64) menyebutkan bahwa “Novel sebagai karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang.
Sumardjo dan Saini (1997:29) istilah novel sama dengan istilah roman, kata novel berasal dari bahasa Italia dan bertembang di Inggris dan Amerika Serikat. Roman dan novel mempunyai perbedaan yakni bentuk novel lebih pendek dibanding dengan roman, tetapi ukuran luasnya unsur cerita hampir sama.
Dalam bahasa Jerman istilah novel yaitu novelle, dan secara harafiah novella berarti sebuah barang baru yang kecil dan kemudian diartikan sebagai cerita yang pendek dalam bentuk prosa (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2000:9).
- Unsur-unsur Intrinsik
1. Tema
Menurut Scharbach (Aminuddin, 2000:91) bahwa istilah tema berasal dari bahasa latin yang berarti “tempat meletakkan suatu perangkat”. Disebut demikian karena tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya.
Menurut Nurgiyantoro (2000:70), tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum, sebuah karya novel. Gagasan dasar umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumnya oleh pengarang yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah cerita.
Selanjutnya Nardjo dan Saini (1997:56) memandang bahwa tema adalah sebuah ide cerita. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita, melainkan mau mengatakan sesuatu pada pembacanya.
2. Alur atau plot
Menurut Stanton (Nurgiyantoro, 2000:113) mengemukakan bahwa alur atau plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara segala akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.
Aminuddin (2000:83) mengutarakan bahwa plot atau alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.
3. Penokohan
Menurut Nurgiyantoro (2000:1164), istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi. Istilah tersebut merupakan istilah yang sama yang dipergunakan dalam penokohan. Istilah tokoh merajuk pada orangnya, dan pelaku cerita.
Penokohan menurut Jones (Nurgiyantoro, 2000: 165) adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita.

4. Latar atau Setting
Latar atau setting menyangkut tempat, waktu, dan situasi yang mendukung dalam suatu cerita. Menurut Abrams (Nurgiyantoro, 2000: 216) latar atau setting adalah landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
5. Sudut Pandang atau Point of View
Sudut pandang merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Menurut Wiyanto (2005:83) mengemukakan sudut pandang adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakannya.
Menurut Aminudin (2000:90) titik pandang adalah cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkannya.
6. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan (Wiyanto, 2005:84). Cara khas itu dapat berupa kalimat-kalimat yang dihasilkannya, menjadi hidup.
Istilah gaya menurut Aminuddin (2000:72) diangkat dari istilah style yang berasal dari bahasa latih stillus dan mengandung arti leksikal “alat untuk menulis”. Gaya mengandung pengertian cara seorang pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makna dan suasana yang dapat menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca.

3.Pengertian Psikologis
Menurut Gleitman (Syah, 2000:8) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami perilaku manusia, alasan dan cara mereka melakukan sesuatu dan juga memahami bagaimana makhluk tersebut berpikir dan berperasaan.
Gorden Murphu (Wirawan, 2000:4) berpendapat psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Menurut Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 2000:9) psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa.

4. Pendekatan Psikologi
Pendekatan psikologi adalah pendekatan yang bertolak dari asumsi bahwa karya sastra selalu saja membahas tentang peristiwa kehidupan manusia. Manusia senantiasa memperhatikan perilaku yang beragam. Bila ingin melihat dan mengenal manusia lebih dalam dan lebih jauh diperlukan psikologi. Di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini manusia mengalami konflik kejiwaan yang bemula dari sikap kejiwaan tertentu bermuara pula ke permasalahan kejiwaan (Semi, 1990:76).
Pendekatan psikologi sastra ternyata memiliki beberapa manfaat dan keunggulan, seperti diungkapkan Semi (1990:80), sebagai berikut: (1) sangat sesuai untuk mengkaji secara mendalam aspek perwatakan, (2) dengan pendekatan ini dapat memberi umpan balik kepada penulis tentang masalah perwatakan yang dikembangkannya, dan (3) sangat membantu dalam menganalisis karya sastra Surrealis, abstrak, atau absurd dan akhirnya dapat membantu pembaca memahami karya-karya semacam itu.
Selanjutnya, menurut Aminuddin (2004:55) dan Semi (1988:66), pendekatan psikologi sastra juga dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal. Pertama, untuk memahami aspek kejiwaan pengarang dalam kaitannya dengan proses kreatif karya sastra yang dihadirkannya. Kedua, untuk mengeksplorasi segi-segi pemikiran dan kejiwaan tokoh-tokoh utama cerita, terutam menyangkut alam pikiran bawah sadar.

5. Kedudukan Novel dalam Pembelajaran Sastra Berdasarkan KTSP
1. Tujuan Pemelajaran Sastra
Pembelajaran sastra pada dasarnya bertujuan agar siswa mimiliki rasa peka terhadap karya sastra yang berharga sehinga merasa terdorong dan tertarik untuk membacanya (Semi, 1990:152). Dengan membaca karya sastra diharapkan para siswa memperoleh pengertian yang baik tentang manusia dan kemanusiaan, mengenai nilai-nilai dan mendapatkan ide-ide baru. Pemelajaran sastra yakni novel sebagai genre serta mempunyai fungsi yang dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh para pengarang.
Novel memungkinkan seorang siswa dengan kemampuan membacanya, hanyut dalam keasyikan (Rahmantoro, 1988:65). Novel-novel ini jelas dapat membantu dan menunjang sebagai sarana pendukung untuk memperkaya bacaan para siswa disamping novel-novel tertentu yang dijadikan bahan pembelajaran oleh guru sastra.
Adanya novel dalam KBK membuka pencerahan baru agar siswa dapat lebih aktif dan konstruktif terhadap gejala atau situasi yang terjadi saat ini.

2. Ruang Lingkup Pemelajaran Sastra
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA dan MA terdiri atas dua aspek, yaitu aspek kemampuan berbahasa dan bersastra. Masing-masing terdiri atas sub aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
1. Mendengarkan
Mendengarkan, memahami, dan mengapresiasikan ragam karya sastra (puisi, prosa, drama) baik karya asli maupun saduran/terjemahan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
2. Berbicara
Membahas dan mendiskusikan ragam karya sastra di atas sesuai dengan isi dan konteks lingkungan dan budaya.
3. Membaca
Membaca dan memahami berbagai jenis dan ragam karya sastra serta mampu melakukan apresiasi secara tepat.
4. Menulis
Mengapresiasikan karya sastra yang diminati (puisi, prosa, drama) dalam bentuk karya tulis yang kreatif, serta dapat menulis kritik dan esai sastra berdasarkan ragam sastra yang sudah dibaca.

BAB III. Metode dan Teknik Penelitian
1. Metode Penelitian
Penelitian ini memerlukan suatu metode agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Surakhmad (1998:131) mengungkapkan bahwa metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, cara utama tersebut disesuaikan dengan situasi penelitian.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif ialah metode yang menuturkan dan memecahkan masalah yang ada, melalui suatu cara mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasikan, menganalisis dan menginterprestasikan.

2. Teknik Penelitian
1. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Teknik studi pustaka adalah beroleh keterangan teoritis yang berkaitan dengan masalah penelitian baik dari buku-buku, surat kabar, majalah, buletin, dan bahan-bahan lainnya yang menunjang dalam bekal penelitian.
2. Teknik pengolahan (analisis) data
Teknik ini digunakan untuk mengolah atau menganalisis data melalui kajian atau telaah pustaka. Dengan menggunakan teknik ini, masalah tokoh, dan penokohan perwatakan pada novel “Olenka” karya Budi Darma dapat dipaparkan atau dideskripsikan berdasarkan teori-teori yang berkaitan dengan masalah penelitian tersebut.

Sumber Data Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (1997:107) yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.
Adapun sumber data pada penelitian ini adalah novel “Olenka” karya Budi Darma,
terbitan Balai Pustaka, Jakarta, cetakan keempat, tahun 1992,dengan tebal buku 232

halaman,serta buku-buku pustaka lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Daftar Pustaka
• Aminuddin 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
• Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
• Departemen Pendidikan Nasional.2003.Kurikulum 2004.Jakarta.
• Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
• Rahmanto. B. 1988. Metode Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Kanisius
• Semi, Atar. 1990. Metode Penelitian Sastra. Padang : Angkasa.
• Suroto. 1989. Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga
• Syah, Muhibbin. 2000. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya
• Tarigan, Henry Guntur. 1993. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung : Angkasa.
• Wirawan, Sarwono Sarlito. 2000. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: Bulan Bintan.

Kerangka Penelitian
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Kajian Yang Relevan
3. Fokus Penelitian
4. Pertanyaan Penelitian
5. Tujuan Penelitian
6. Definisi Istilah
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Apresiasi Sastra
2.2 Pengertian Novel
2.3 Unsur-unsur Intrinsik Novel
2.4 Pengertian Psikologi
2.4.1 Definisi Psikologis Secara Umum
2.4.2 Pendekatan Psikologi
2.4.3 Keunggulan Pendekatan Psikologi
2.4.4 Konsep dan Kriteria
2.4.5 Metode dalam Menggunakan Pendekatan Psikologi
2.5 Kriteria Memilih Bahan Ajar
2.5.1 Tujuan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi
2.5.2 Ruang Lingkup Pembelajaran
2.5.3 Silabus

BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
1. Metode dan Teknik Penelitian
1. Metode Penelitian
2. Teknik Penelitian
1. Teknik Pengumpulan Data
2. Teknik Pengolahan Data
2. Sumber Data Penelitian
BAB 4
PEMBAHASAN TERHADAP UNSUR PSIKOLOGI NOVEL “OLENKA” KARYA BUDI DARMA DAN RENCANA PEMELAJARAN SASTRA DI SMA
4.1 Kajian Unsur Psikologis Tokoh Novel “Olenka” Karya Budi Darma
4.2 Aplikasi novel “Olenka” Karya Budi Darma sebagai upaya memilih bahan pembelajaran sastra di SMA

BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BIOGRAFI PENULIS
LAMPIRAN-LAMPIRAN

2 komentar:

  1. assalamualaikum...
    mas sya ada kndala dalam mencari bahan tentang aspek-aspek sosial dan unsur-unsur sosial dalam sebuah novel''
    mohon batuan'a mas

    BalasHapus
  2. silahkan untuk mengirimkan email ke guruhyoga@gmail.com

    BalasHapus