Rabu, Mei 06, 2009

Prediksi Koalisi dan Pemilu Presiden (blok S vs blok M



Pemilu legislatif sudah kita lewati beberapa minggu yang lalu. Meski hasil resmi dari KPU belum di-publish secara resmi namun beberapa hasil quick-count sudah memberikan gambaran peta kekuatan partai-partai politik, dan membuat penulis tergerak untuk memprediksi (meski bukan dukun) koalisi ke depan dan pasangan capres dan cawapres untuk pilpres July 2009.

Hasil quick-count

Sebelumnya, kita briefly bahas hasil quick-count dulu biar lebih enak mbahas kedepannya. Tiga partai teratas adalah PD, PG, dan PDIP... sebenarnya saya ga tahu beda ketiga ideologiny apa jelasnya padahal sama-sama nasionalis... yang saya tahu sih beda ketiganya ya.. tokoh politiknya...meski ideologi sama... PD secara mengejutkan gain 20%, PG turun jadi 15% dan PDIP turun juga jadi 15%.. 3 partai tersebut yang akan masuk Champions league...(loh g nyambung)..

selanjutnya partai yang masuk piala UEFA ada PKS di 8% dan PAN di 7%, PKS cenderung stabil di angka ini ya karena orang yang sevisi sama PKS ya segitu (gapapa... kan kata HNW: yang penting dakwahnya bukan kursinya (bukan saya lho yg bilang)) nah PAN ini yang diprediksi bakal jatuh ternyata masih cukup terkenal karena strategi pasarnya yg cukup ciamik... (gapapa mau artis juga wakil di DPRnya.. yang penting manut sama PAN)

di luar dua partai itu... partai lama tetap menjadi mediokre karena tidak punya tokoh, namun punya infrastruktur partai yang kuat. Beliau-beliau ini adalah PKB,PPP dengan 5%nya. Dua partai yg promosi adalah Gerindra dan Hanura, g banyak yang bisa dibahas dari partai ini.. nanti dibahas capresnya saja.

Koalisi

2 hari setelah Pileg, penulis masih memprediksi ada 3 capres/cawapres (koalisi) yaitu:

1. SBY-HNW (PD+PKS=20+8=28%)

2. Sri Sultan- (PG+PKB+PAN+PPP=15+5+7+5=32%)

3. Mega-Prabowo (PDIP+Gerindra+Hanura=15+6+4=25%)

Namun analisa ini sepertinya salah total, karena sepertinya PG tidak jadi mencalonkan capres sendiri, namun berkoalisi dengan capres lain...

sehingga prediksi mbah nongol menjadi:



Koalisi blok S:

PD(confirmed), PKB (confirmed), PKS, PPP dan PAN, serta PG

PD sudah jelas pasti mendukung SBY, PKB dah confirm g usah awak bahas lah ya.. PKS begitu pengennya ndompleng kepopuleran SBY, sampai kampanye aja bawa2 nama SBY (scr gak resmi lho,.jgn dibantai awak..) PPP sepertinya juga akan ke SBY karena ada BC disana yg orangnya SBY, meski SDA cari muka ke calon sebelah. PAN pun setali tiga uang, kita tahu ada HR yang merupakan tangan kiri SBY sepertinya akan menarik PAN ke blok S dan kayaknya bakal jadi Ketum PAN kedepannya.. PG pun secara logis akan memilih blok ini untuk kelanjutan nasib partai pada 2014, karena jika tidak menjadi partai pemerintah maka bisa jadi apa yg dikatakan Ahmad Mubarok akan terjadi...

Capresnya sudah pasti SBY...

nah ini yang susah,

cawapresnya masih belum jelas, kalo prediksi penulis wapresnya berasal dari partai golkar atau nonpartisan sekalian. Wapres dari partai beringin juga unclear ada beberapa calon: JK,Akbar,Fadel tiga ini yang mungkin karena berasal dari luar jawa, Sultan ga mungkin lah masak Jawa+jawa lagi.. entah yang mana susah juga..

JK: sudah cukup padu dengan SBY, meski terkadang over-initiatives. Lagipula JK sudah terlanjur siap menjadi capres, akan malu jika menjilat ludah sendiri.

Akbar: punya pengaruh cukup kuat di internal golkar dan juga mengetahui medan luar jawa. Namun terlalu berbahaya bagi PD karena terlalu cerdik sebagai politikus (yg bisa nandingin cuma AR)

Fadel Muhammad: muda dan punya pengaruh di luar jawa, cukup inovatif juga sehingga diharapkan kabinet akan lebih innovatif dan enerjik,

Kelemahan memilih wapres dari PG adalah peta politik di 2014 akan menguntungkan PG karena SBY sudah tidak mung seperti mungkin maju lagi, dan ibaratnya membesarkan anak macan. However, advantagenya adalah parlemen akan kuat sehingga pemerintahan akan lebih optimal,

Opsi lainnya dalah cawapres non-partisan SMI: kabinet akan lebih innovatif dan maju serta pintar dalam ekonomi. Selain itu bisa juga diorbitkan menjadi capres PD pada 2014 meski tidak menutup kemungkinan juga untuk mengorbitkan kader muda PD e.g Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum. (untuk Agus Harimurti ntar nunggu kalo dah jadi jendral dulu yak:D)



Koalisi blok M

Sudah pasti PDIP, Gerindra, dan Hanura

Ketiga partai nasionalis ini mempunyai visi yang sama yaitu kerakyatan dan anti neo-liberalisme (formalnya, g formalnya asal bukan SBY)

Pasangan yang diajukan kemungkinan besar adalah Mega-Prabowo. pasangan ini merupakan pasangan yang paling visible untuk diajukan menantang SBY, namun ada juga kemungkinan Mega-Sultan dengan tujuan menggerogoti suara PG (sepertinya susah juga setelah melihat Mega-Hasyim tidak berhasil menggerogoti suara NU).

Ada juga usulan Prabowo yang jadi capres, namun hal itu sangat kecil kemungkinannya karena bagi PDIP Mega for Presiden adalah harga mati (g tau yah kalo bulan depan beda lagi) contoh usulan ini adalah Prabowo-Puan. Wiranto kemungkinan akan bernasib sama seperti Gus Dur dan Amin Rais, menjadi guru bangsa...

Tidak banyak yang bisa dianalisa dari blok M karena sudah cukup mengerucut siapa capres dan cawapresnya, anggota koalisi pun tidak cukup perlu untuk dibahas karena pada pilpres, partai tidak begitu berpengaruh signifikan.



Dan hasil akhirnya prediksi mbah nongol: blok S akan menang, kecuali jika dalam 2 bulan ini SBY membuat blunder yang bisa membalikkan opini publik 180 derajat. Meskipun hal tersebut kemungkinannya kecil karena tim-SBY yang ahli dalam marketing dan pencitraan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar